KKP Tertibkan Tiga Kapal Ikan Tidak Sesuai Ketentuan di Laut Halmahera Tengah

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penertiban tegas terhadap kapal ikan Indonesia yang beroperasi tidak sesuai dengan ketentuan. Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Antam Novambar mengatakan ada tiga kapal yang melakukan pelanggaran Daerah Penangkapan Ikan (DPI) di perairan Laut Halmahera Tengah. Penangkapan kapal kapal tersebut sekaligus menampik isu terkait adanya kapal kapal asing di Halmahera Tengah.

“Tiga kapal yang berasal dari Sulawesi Utara diamankan karena melanggar ketentuan terkait daerah penangkapan ikan (fishing ground)," ujar Antam secara tertulis, Rabu (3/3/2021). Antam menjelaskan bahwa operasi pengawasan dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 013 yang dinahkodai Kapten La Dedi. Pihaknya berhasil mengamankan KM. Berkat Abadi 08 (30 GT), KM. Reinbow (29 GT) dan KM. Nafiri (28 GT).

“Kapal tersebut kami ad hoc ke Satwas SDKP Ternate untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Antam. Menurut Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono, berdasarkan hasil pemeriksaan, kapal kapal tersebut merupakan kapal nelayan Sulawesi utara. “Tidak benar bahwa kapal kapal asing berada di Halmahera Utara. Itu hanya sebutan yang biasa dipakai warga setempat untuk kapal yang berasal dari luar daerah mereka”, jelas Ipunk.

Terkait adanya praktik penangkapan ikan antar daerah yang berbeda wilayah pengelolaan, Ipunk mengimbau agar Pemerintah Daerah yang memiliki nelayan andon agar melakukan perjanjian antar daerah agar tidak menimbulkan masalah hukum maupun masalah sosial. “Sebaiknya Pemerintah Daerah melakukan kerja sama melalui skema nelayan andon,” ujar Ipunk. Pihaknya juga akan mengingatkan pemerintah daerah yang memiliki wewenang untuk pembinaan nelayan andon.

Pembinaan nelayan andon dapat berupa pelatihan, bimbingan ataupun sosialisasi sesuai tercantum pada Permen KP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Andon Penangkapan Ikan. “Menangkap ikan harus sesuai yang tercantum di SIPI. Kalau tidak, SIPI andonnya bisa dibekukan. Karena menangkap ikan di daerah lain harus sama sama saling menghormati kearifan lokal budaya setempat karena tiap daerah memiliki aturan dan kewenangannya masing masing,” jelasnya. Untuk diketahui, Selama tahun 2021, Ditjen PSDKP KKP telah menangkap 27 kapal perikanan yang terdiri dari 7 Kapal Ikan Asing berbendera Malaysia dan 20 kapal ikan berbendera Indonesia.

Related Posts

5 Keuntungan Memakai Broker untuk Trading Forex Anda

Investasi yang aman menjadi pilihan untuk pemula yang ingin mengembangkan modal atau aset menjadi lebih banyak. Jenis investasi aman yang dipilih bisa berupa deposito berjangka, logam mulia,…

Dapatkan Penghasilan di Olsera dengan Gabung Olsera Partner Dijamin Cuan

Peran teknologi telah sukses merambah berbagai lini bisnis. Pengelolaan data keungan yang menyangkut jual beli, kini dapat dipermudah. Olsera hadir sebagai aplikasi kasir digital yang menawarkan berbagai…

Investasi Aman dengan Pengembalian yang Sangat Tinggi

Pengembalian tinggi adalah yang diinginkan investor, tetapi itu bukan satu-satunya faktor. Saat meninjau investasi, para profesional tidak hanya melihat potensi pengembalian absolut tetapi juga sesuatu yang disebut…

Tertarik Memulai Usaha Makanan kemasan? Baca Tipsnya Disini

Banyak jenis usaha yang dapat dijalani bila Anda mau. Dimulai dari usaha modal kecil sampai modal besar. Jika anda berminat untuk buka usaha, karenanya pastikan tipe usaha…

Cetak Spanduk Terdekat, Simak 4 Tips Sebelum Mencetaknya

Salah satu media informasi yang paling banyak peminatnya adalah spanduk. Kebutuhan jasa cetak spanduk semakin meningkat seiring pertumbuhan jumlah pengusaha yang pesat. Hal ini tidak terlepas dari…

3 Tips Penting untuk Membuat Desain Kemasan yang Menarik

Saat kita ingin mengawali sebuah usaha tentunya akan ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian dan diperlukan, apa lagi bila sebuah usaha yang ingin dilakukan itu sebagai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.