Meskipun pada dasarnya diare merupakan gangguan atau masalah pada sistem pencernaan yang rentan dialami oleh siapa saja. Namun penyakit yang satu ini juga tak boleh disepelekan, karena diare berat umumnya akan membuat Anda mengalami dehidrasi, bahkan yang lebih parah adalah bisa berujung pada kematian. Diare ini paling rentan memang dialami oleh bayi hingga usia anak-anak, mereka yang masih rendah tingkat kesadarannya akan kebersihan dan juga dengan sistem imuns atau daya tahan tubuh lemah memang rentan terkena infeksi bakteri pada sistem pencernaannya.

 

Diare yang terjadi pada bayi ini justru lebih membahayakan, karena rentan sekali menyebabkan masalah yang lebih serius. Bahkan angka kematian yang terjadi pada bayi disebabkan oleh penyakit diare jumlahnya juga tak bisa dikatakan kecil. Bahkan pernah masuk dalam kejadian luar biasa sehingga patut mewaspadainya. Pada bayi yang terkena diare usahakan untuk memperbanyak pemberian ASI, sehingga dapat mencegah dehidrasi, yang tak kalah penting juga pemberian oralit yang berfungsi menjaga agar kadar elektrolit yang ada dalam tubuh tetap normal.

 

Berikut ini cara membuat oralit untuk diare yang terjadi pada bayi yang mudah dilakukan yaitu cukup dengan mencampurkan antara air, gula dan juga garam, tentunya dengan takaran yang tepat sehingga nantinya aman dikonsumsi oleh buah hati Anda. Oralit ini sangat berguna dalam menggantikan cairan dan juga elektrolit yang hilang akibat buah hati yang muntah maupun buang air besar tanpa henti tersebut.

 

Sebenarnya ada cara membuat oralit untuk diare yang lebih mudah jika Anda membeli produk yang sudah jadi atau sachet di pasaran, tinggal mencampurkannya dengan air dalam jumlah yang tepat saja, aduk-aduk dan berikan kepada buah hati Anda. Untuk dosis pemberian oralit pada bayi sendiri adalah sebesar 30 hingga 90 ml perhari untuk bayi yang usianya di bawah 6 bulan, sedangkan pada bayi yang usianya sudah di atas 6 bulan hingga 2 tahun adalah sebesar 90 hingga 125 ml.

 

Para orang tua hendaknya juga harus tahu bahwa bayi yang mengalami diare dan juga sudah dehidrasi parah umumnya akan menunjukkan beberapa gejala berikut ini, yaitu:

 

  1. Popok menjadi lebih ringan dari biasanya, meskipun kondisinya diare, namun mereka akan jadi lebih jarang buang air kecil, kurang dari 2 hingga 3 kali perhari, maka patut untuk diwaspadai.
  2. Menjadi mudah mengantuk dan kurang aktif jika dibandingkan dengan biasanya, karena kekurangan atau kehilangan cairan tubuh akan membuat buah hati Anda juga lebih mudah lemas.
  3. Mulut menjadi kering karena terlalu banyak cairan tubuh yang hilang.
  4. Bayi menjadi rewel, menangis bahkan tanpa mengeluarkan air mata, ini adalah tanda dehidrasi sudah cukup parah.
  5. Adanya titik lunak yang cekung pada bagian atas kepala bayi Anda.

 

Patut juga untuk diingat bahwa pada dasarnya oralit yang diberikan kepada bayi ini tidak untuk mengobati diare, melainkan hanya sekedar menggantikan cairan tubuh yang hilang karena buang air besar secara terus-menerus. Jadi jika kondisinya tidak kunjung mereda, bahkan semakin parah maka dianjurkan untuk segera membawanya ke dokter.

 

Sekarang ini juga sudah tersedia Entrostop anak yang dapat digunakan untuk atasi diare dari Kalbe melalui website diarepedia, dalam bentuk sirup yang pastinya akan lebih mudah dikonsumsi oleh buah hati Anda. Ingat bahwa diare bukanlah sesuatu yang dapat disepelekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *