Menikahi Sepupu Dibolehkan, Tapi Bagaimana Bila Dilihat Dari Segi Kesehatan?

Siapa sih yang tidak ingin menikah? Tentu semua orang ingin menikah. Meskipun tidak semua manusia di bumi ini ingin terikat dalam satu hubungan yang serius, namun keinginan menikah tentu ada pastinya. Tapi bagaimana bila menikahi sepupu sendiri?

 

Dalam budaya masyarakat di Indonesia sendiri tradisi menikahi sepupu tampaknya masih menjadi hal yang tabu. Dan untuk kasus ini sendiri pun masih sangat sedikit ditemukan. Padahal di Islam sendiri menikah dengan saudara sepupu diperbolehkan, dan tidak ada larangannya.

 

Namun sayangnya bila dilihat dari segi kesehatan ternyata ada problematikanya sendiri yang harus menjadi perhatian. Nah, Anda sendiri penasaran bukan? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

 

Menikahi Sepupu Sendiri dari Segi Kesehatan

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya kalau menikahi sepupu dalam Islam bukanlah hal yang dianggap aneh, bahkan diperbolehkan. Itu semua bisa dilihat di surat Al-Ahzab ayat 50.

 

Tapi sayangnya bila dilihat dari segi kesehatan ternyata menikah dengan saudara sepupu sendiri bisa menjadi masalah yang harus diperhatikan loh!

 

Ada resiko yang tidak boleh dianggap sepele. Yakni bila terjadinya kehamilan dan melahirkan anak dari hubungan tersebut, maka akan terjadi persamaan genetik atau DNA antara istri dan suami. Apalagi kalau Anda menikah dengan sepupu pertama atau cucu pertama dari kakek dan nenek Anda.

 

Selain itu juga akan terjadi beberapa resiko lainnya apabila pernikahan antara sepupu terjadi, yang diantaranya adalah :

  • Terjadinya cacat lahir pada anak yang dilahirkan.
  • Akan terjadi gangguan pendengaran dini pada anak.
  • Anak akan terkena gangguan penglihatan dini.
  • Terjadinya keterbelakangan mental.
  • Perkembangan pada anak menjadi terhambat
  • Adanya kelainan darah bawaan pada anak.
  • Sampai dengan kematian pada bayi yang baru lahir, bahkan kelahiran prematur.

 

Bagaimana, apakah Anda masih tetap ingin menikahi sepupu? Sebaiknya pikir kembali dengan resiko yang disebabkan pada keturunan Anda. Meski diperbolehkan oleh agama, tidak ada salahnya bila memperhitungkan segi kesehatannya yah!

Related Posts

Perbedaan Arti A.M dan P.M yang Harus Anda Ketahui agar Tidak Salah Pakai

Pernahkah Anda merasa bingung dengan perbedaan arti A.M dan P.M? Mengapa hal itu tidak dijumpai dalam istilah Bahasa Indonesia dengan format waktu mulai dari pukul 00.00 hingga…

Perbedaan Kuliah Online dan Offline bagi Mahasiswa

Kuliah online sekarang jadi kegiatan baru di tengah-tengah wabah COVID-19. Dulu, mahasiswa harus tiba dan bertemu muka dengan dosen, tetapi sekarang perkuliahan dilaksanakan jarak jauh. Dengan manfaatkan…

Tips Lolos Seleksi CPNS, Ini yang Perlu Kamu Persiapkan!

Pendaftaran CPNS adalah salah satu momen yang paling ditunggu masyarakat Indonesia. Karena memang menjadi pegawai negeri jaminan ke depannya dinilai masih menguntungkan. Nah, salah satu tips agar…

KUNCI JAWABAN Tema 8 Kelas 6 SD Halaman 125 126 127 Buku Tematik Pembelajaran 6: Hak dan Kewajiban

Berikut ini kunci jawaban tema 8 kelas 6 SD halaman 125 126 127 Buku Tematik. Dalam Buku Tematik Tema 8 Kelas 6 SD terdapat 3 Subtema. Subtema…

Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 SD Halaman 164 165 166 168 172 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 2

Simak inilah kunci jawaban Buku Tematik Tema 7 Kelas 5 SD halaman 164, 165, 166, 168, dan 172. Buku Tematik Tema 7 untuk SD kelas 5 edisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.